Mourinho Bingung Pilih Jagoan di Final Liga Champions, Ini Alasannya

"Hal yang paling menarik dari final kali ini adalah kedua tim mencapai posisi tersebut dengan cara yang luar biasa. Mereka berada di final seperti sebuah raksasa, yang sangat yakin bisa mengalahkan para lawannya"
(Net)

KLIKPOSITIF -- Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, bingung memilih tim favorit di final Liga Champions 2018/2019. Sebab, Liverpool dan Tottenham Hotspur selaku finalis dirasa sama-sama layak untuk juara.

Penilaian Jose Mourinho tidak lepas dari performa kedua tim finalis yang tampil heroik untuk melaju ke partai final Liga Champions. Liverpool menyingkirkan Barcelona dengan agregat 4-3. Sementara Tottenham menyingkirkan Ajax Amsterdam dengan agregat 3-3, unggul agretivitas gol tandang.

Lebih hebatnya lagi, Liverpool dan Tottenham sama-sama tertinggal lebih dulu pada pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019. Sehingga, kedua tim itu dianggap sama-sama berpeluang besar untuk menjadi juara oleh Jose Mourinho.

"Hal yang paling menarik dari final kali ini adalah kedua tim mencapai posisi tersebut dengan cara yang luar biasa. Mereka berada di final seperti sebuah raksasa, yang sangat yakin bisa mengalahkan para lawannya. Kedua tim sangat yakin gelar juara Liga Champions musim ini memang layak untuk mereka," kata Mourinho, mengutip dari Sportskeeda, Sabtu (1/6/2019).

"Saya selalu mengatakan tim yang mempunyai sesuatu hal yang luar biasa dalam perjalanan menuju final (Liga Champions), maka dia akan sedikit diunggulkan. Namun, nyatanya justru kedua tim sama-sama melalui Liga Champions musim ini dengan luar biasa," tuturnya menambahkan.

Kedua tim dipastikan memiliki motivasi tinggi yang memastikan duel di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari nanti berlangsung sengit. Sebab, bagi Tottenham, final Liga Champions ini merupakan yang pertama. Kemenangan akan mengukir sejarah tidak terlupakan bagi klub asal London tersebut.

Sementara bagi Liverpool, trofi Liga Champions musim ini menjadi satu-satunya 'obat penenang' bagi skuat asuhan Jurgen Klopp yang musim lalu mimpi untuk memenangi trofi Liga Champions keenamnya dikandaskan Real Madrid. (*)