Ada Apa dengan Semen Padang FC?

Semen Padang FC
Semen Padang FC (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Semen Padang FC menjadi satu-satunya tim di Shopee Liga 1 2019 yang belum pernah mengecap kemenangan. Hasil ini bisa dikatakan sangat buruk jika menilik dari pertandingan kandang yang harusnya dimenangkan oleh tim Kabau Sirah.

Dari data klasemen sementara, Semen Padang FC saat ini berada di peringkat 18 atau dasar klasemen dengan tiga poin yang didapatkan dari 8 pertandingan. Lima pertandingan diakhiri dengan kekalahan yakni, satu saat tandang (PSM) dan empat di kandang (Perseru BL FC, PS Tira Kabo, Arema FC dan Bhayangkara FC).

Tentunya, ini bukan hasil terburuk sepanjang sejarah tim jika menilai secara keseluruhan. Catatan terburuk Semen Padang FC yakni pada gelaran Liga 1 2017 lalu, dimana tim ini tidak pernah menang dalam 13 pertandingan yang dilakoninya, baik itu kandang ataupun tandang.

Baca Juga

Kondisi ini membuat semua pendukung tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini memberikan ekpresi beragam, terutama di media sosial. Ditambah lagi dengan kondisi pemain yang seringkali miss komunikasi di lapangan serta tumpulnya lini serang tim asuhan caretaker Weliansyah ini.

Menanggapi itu, sesepuh sepakbola di Sumbar yang juga menjadi penasehat di tim Semen Padang FC, Suhatman Imam melayangkan kritikan pedas. Dia menilai, saat ini tim yang bermarkas di Indarung ini tidak di dalam performanya dan bisa dikatakan sangat buruk dalam beberapa laga.

"Ini adalah hasil yang sangat buruk bagi Semen Padang FC. Manajemen harus bergerak cepat dan lihai melihat situasi. Jangan biarkan berlarut-larut," katanya usai pertandingan, kemarin.

Ditambah Suhatman, manajemen tim juga jangan lengah sedikitpun melihat tim saat bertanding, sebab disana akan terlihat nanti apa-apa yang harus dilakukan. "Intinya, harus ada pembenahan menyeluruh dari semua sisi agar tim ini kembali bangkit," jelasnya.

Sementara itu, manajer Semen Padang FC, Rinold Thamrin kepada KLIKPOSITIF menyebut, tidak ada permasalahan yang krusial saat ini terjadi di dalam tim, hanya faktor keberuntungan saja yang belum berpihak. Namun, dia memang akan melakukan perubahan besar di dalam tim, terutama pemain saat jeda transfer paruh musim nanti.

"Kita sudah berpikir kesana, tapi semua menunggu waktu. Kalau sekarang kita melakukan pergantian pemain atau semacamnya, itu jelas tidak mungkin. Makanya, operator liga memberikan waktu kepada klub untuk melakukan transfer di jeda paruh musim. Kira-kira sekitar bulan September atau November nanti," katanya.

Sejauh ini, memang sudah ada sejumlah pemain yang masuk dalam radar untuk direkrut oleh tim, begitu juga pemain yang akan keluar. "Keputusan ini tidak bisa begitu cepat. Kita ada kontrak disini, jika tidak sesuai, klub akan kena imbasnya. Jadi, harus dipikirkan matang-matang," ucapnya.

Yang jelas, kata Rinold, tim ini akan tetap bertahan di Liga 1. "Kita tidak akan menyia-nyiakan dukungan yang diberikan oleh masyarakat Sumatera Barat kepada tim ini," tuturnya.

Untuk pelatih, Rinold mengatakan, ada kesempatan sebanyak empat pertandingan diberikan kepada caretaker menjelang ada pelatih baru. Hal ini dilakukan karena memang sudah aturan dari Liga dan manajemen sendiri juga tengah mencari pelatih yang cocok untuk permainan tim.

"Saat ini, kita masih mencari nama-nama yang bisa memimpin tim nantinya, tidak tertutup juga kemungkinan kita menaikkan caretaker saat ini," tutupnya. (*)

Penulis: Agusmanto | Editor: -