Messi Diskors Empat Laga, FIFA Diprotes Berbagai Kalangan

Lionel Messi yang disanksi karena disebut menghina hakim garis.
Lionel Messi yang disanksi karena disebut menghina hakim garis. (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Menyusul larangan bermain selama empat laga membela timnas Argentina bagi Lionel Messi, membuat sejumlah pihak beramai-ramai menyatakan keberatannya.

Mulai dari bek Barcelona Gerard Pique, eks pelatih Argentina Cesar Luis Menotti hingga Presiden Bolivia Evo Morales mengecam sanksi tersebut.

baca juga: Dua Mantan Juara Piala Dunia Saling Berhadapan di Laga Pembuka Serie B Italia

Dikutip dari goal.com, FIFA resmi menjatuhkan skors tersebut plus denda 10 ribu franc Swiss (sekitar Rp135 juta) kepada Messi setelah kapten La Albiceleste itu didakwa melakukan penghinaan verbal kepada hakim garis dalam partai kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Cile, Kamis lalu.

Keputusan itu diambil hanya beberapa jam sebelum kick-off laga kontra Bolivia, Rabu dini hari WIB yang berakhir dengan kekalahan 2-0 di pihak Argentina.

baca juga: FIFA Buat Aturan Baru, Satu Babak 30 Menit dan Kartu Kuning Diusir Keluar Lapangan

Messi pun harus absen saat Argentina menghadapi tiga partai kualifikasi berikut melawan Uruguay, Venezuela, Peru dan baru diizinkan tampil kontra Ekuador pada 10 Oktober mendatang.

Federasi Sepakbola Argentina (AFA) langsung bertindak cepat dengan mengajukan banding kepada FIFA sebagaimana dikonfirmasi oleh sekretaris timnas Jorge Miadosqui.

baca juga: Del Piero Teringat Momen 15 Tahun Lalu, Tulis Pesan Ini Untuk Anak Asuh Roberto Mancini

“Kami terkejut dan sangat marah karena keputusan itu dirilis hanya beberapa jam sebelum dimulainya laga (melawan Bolivia). Kami akan melakukan banding kepada FIFA,” ungkapnya.

Pique, yang merupakan rekan seklub Messi turut melancarkan protes dengan menyebut sanksi tersebut sebagai keputusan kejam.

baca juga: Kasper Schmeichel: Saya Bangga Miliki Kapten Seperti Kjaer

“Saya bukan orang yang tepat untuk mendiskusikan keputusan FIFA, tetapi bagi saya hukuman empat laga bagi Messi adalah sebuah kekejaman,” kata Pique.

Senada dengan Pique adalah Menotti, mantan pelatih Barcelona dan timnas Argentina. Hukuman empat laga adalah keputusan yang tidak masuk akal. Messi tidak melakukan tindakan fatal.

"Mereka (FIFA) biasanya cuma memberikan sanksi dua laga untuk insiden semacam ini. Sanksi ini terlalu berlebihan,” kata Menotti kepada Todo Noticias.

Bahkan, Morales selaku orang nomor satu Bolivia secara khusus turut menyempatkan diri menanggapi kasus ini.

“Saya tidak setuju dengan hukuman itu. Messi menjadi korban. Dukungan saya akan selalu tertuju kepada pemain terbaik di dunia itu,” tulis Morales di akun Twitter miliknya. (*)

Penulis: Agusmanto